SMAN 7 pindah ke Leuwinanggung

Oleh Heru Sasongko| 06 Juni 2012 15:13

SUKATANI, MONDE: Setelah sekitar dua tahun ini menumpang di SMAN 4 yang berlokasi di Perumahan Sukatani Permai, Kelurahan Sukatani, Kecamatan Tapos, rencananya tahun ajaran baru ini proses pembelajaran SMAN 7 akan dipindahkan ke gedung yang baru di wilayah Perumahan Addres, Kelurahan Leuwinanggung.

Menurut Kepala SMAN 7 Yusuf Efendy, meski kondisi bangunan gedung baru SMAN 7 belum seluruhnya rampung.

“Untuk proses pembelajaran di sana, rencananya akan ada 13 rombongan belajar (rombel), yang terdiri dari 3 rombel kelas XII, 4 rombel kelas XI, dan 6 rombel kelas X yang akan dibuka pada tahun ini,” ujar Yusuf kepada Monde, kemarin.

Di gedung yang berdiri di atas lahan seluas 4100 m² akan dipergunakan 7 ruangan, yang terdiri dari 4 ruangan yang kondisinya terbilang cukup rapi, sedangkan 3 ruangan lainnya masih belum berjendela dan berpintu.

“Enam ruangan untuk KBM, sedangkan satu ruangan untuk kantor yang dipergunakan oleh kepala sekolah, guru, TU, dan tempat menyimpan barang-barang. Proses KBM pagi dan sore. Yang lama pagi, siswa yang baru sore,” tandasnya.

“Meski tiga ruang masih bersifat darurat, gedung diminta ditempati demi anak-anak yang memang sudah meminta menempati gedung baru. Kegiatan pembangunan akan disesuaikan agar tidak mengganggu KBM,” imbuhnya.

Dijelaskannya, keberadaan SMAN 7 untuk memberikan ketersediaan sarana pendidikan bagi masyarakat. “Planning kedepan, setiap angkatan akan terdiri dari enam rombel.”

Mengenai gedung sekolah, dipaparkannya, selain menyelesaikan bangunan yang sudah ada, tahun ini akan ditambah lagi dua unit bangunan yang terdiri dari 12 ruangan.

“SMAN 7 nantinya akan memiliki 24 ruangan yang akan dimanfaatkan untuk KMB sebanyak 18 ruangan, sisanya untuk laboratorium, perpustakaan, ruang guru, dan lainnya,” jelasnya.

Pihaknya juga ingin dengan menempati gedung baru bisa melakukan pengawasan terhadap pembangunan, sehingga tidak ada lagi proyek yang di-cut off dan berimbas pada makin lamanya penyelesaian gedung.

“Sekolah memang hanya sebagai user, tapi kami juga ingin pembangunan cepat selesai dan tidak ada lagi yang di-cut off,” katanya.(her)

About these ads